Oleh: sastraindonesiaunand | Juli 3, 2009

Kemajuan teknologi elektronik dan permainan tradisional Banyumas

Kemajuan teknologi elektronik

dan permainan tradisional Banyumas

Oleh Doni Setiawan
Mungkin manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna diantara mahluk Tuhan yang lainnya ketika melihat dari bentuk sumbangan pemikiran, manusia telah berevolusi dan selalu membuat inovasi pemikiran-pemikiran yang baru untuk memecahkan beberapa permasalahan menemukan dan mempermudah gaya hidupnya. Misalnya sumbangan pemikiran dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, dunia iptek berkembang sangat cepat di Indonesia, dengan adanya perkembangan teknologi, manusia selalu disuguhi dengan kemudahan-kemudahan untuk melakukan rutinitas dan aktifitasnya sehari-hari. Dulu, orang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi ketika dilibatkan dengan jarak, lahirlah media surat pos atau wessel, kemudian diperbaharui lagi dengan adanya surat elektronik atau email, face book, media Koran atau surat kabar telah digantikan oleh radio dan televisi, kemudian internet. Adanya telepon genggam atau hand phonepun telah memudahkan manusia dalam berkomunikasi, setiap orang dengan mudah dapat berkomunikasi langsung tanpa mengenal jarak dan waktu, pergi ke luar kotapun sudah tidak menjadi kendala lagi karena sudah ada alat transportasi yang cepat, murah dan praktis telah banyak, dan semua kemudahan-kemudahan sudah diciptakan oleh manusia berkat adanya sumbangan pemikiran peralatan elektronik yang canggih.
Dengan adanya peralatan elektronik yang canggih, orang akan selalu dimanjakan, efek yang dirasakanpun akan berimbas kepada manusia itu sendiri, dulu petani menggunakan cangkul atau kerbau untuk membajak sawah, kotoran dari kerbaupun akan menyuburkan sawahnya, dan sekarang berganti berubah menjadi mesin pembajak atau traktor. Transportasipun telah berubah dulu orang akan menggunakan sepeda atau kuda, secara tidak langsung orang yang bersepeda telah berolah raga, dan lingkungan tidak akan tercemar ketika tidak terdapat emisi gas buang dari sepeda motor. Bukan saja lingkungan saja yang akan terkena imbasnya, degredasi kebudayaanpun lama kelamaan akan luntur, generasi penerus sebagai pewaris kebudayaan akan hilang, lihat saja generasi muda yang sekarang, mereka telah dihadapkan pada kemudahan-kemudahan peralatan elektronik yang canggih, misalnya alat musik tradisional kenthongan telah digantikan dengan adanya permainan gitar elektrik, drum, piano. Pertunjukan kesenian seperti wayang, lengger dan kuda lumping atau ebeg telah digantikan dengan adanya sarana edutaiment yang lain pertunjukan musik misalnya. Kemudian permainan anak-anak mulai dari permainan karet gelang, kelereng dan yang lainnya telah hilang digantikan oleh Play Station. Pemerintah seharusnya lebih jeli lagi agar kebudayaan di Indonseia tidak terus terkikis lagi oleh pengaruh dunia modernisasi misalnya dengan mengadakan kompetisi pertunjukan dan permainan tradisional agar kebudayaan akan berjalan seimbang dengan dunia ilmu pengetahuan. ***
*) Doni Setiawan, Mahasiswa Univ.Muh. Purwokerto anggota komunitas sastra Boenga Poestaka.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: