Oleh: sastraindonesiaunand | September 11, 2008

Sebanyak 253 Manuskrip Diselamatkan dari Kepunahan

Kompas / Home / Humaniora /Literasi
Kompas, Rabu, 10 September 2008 | 00:59 WIB

Padang, Kompas – Sejumlah 253 manuskrip telah didokumentasikan dalam cakram atau compact disc. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi kepunahan manuskrip akibat kertas untuk menulis manuskrip sebagian besar sudah rusak parah.

Dokumentasi ini dikerjakan oleh aplikan Zuriati, ko-aplikan M Yusuf, dibantu tim dari Fakultas Sastra Universitas Andalas, Padang. Pendanaan proses ini berasal dari hibah British Library.

Manuskrip yang berhasil diselamatkan tersebut berasal dari lima daerah yang berbeda. Lokasi pertama adalah Surau Bintungan Tinggi di Padang Bintungan, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman. Di lokasi pertama terdapat 36 manuskrip.

Tempat kedua adalah Surau Lubuk Ipuh, Kecamatan Kuraitaji, Kabupaten Padang Pariaman. Manuskrip yang berhasil diselamatkan sejumlah 82 buah. Di Surau Pariangan, Kecamatan Parak Laweh, Kabupaten Tanah Datar, terdapat 33 manuskrip yang diselamatkan.

Di Surau Tanjung yang terletak di Nagari Ampek Koto Hilia, Kecamatan Batang Kapeh, Kabupaten Pesisir Selatan, terdapat 23 manuskrip. Di Surau Malolo terdapat 79 manuskrip yang didokumentasikan secara digital.

Proses dokumentasi dilakukan dengan memotret lembar-lembar manuskrip dan menyimpan foto-foto dokumentasi dalam cakram. Dengan demikian, isi manuskrip tersebut dapat dipakai berulang-ulang tanpa harus khawatir naskah manuskrip menjadi rusak.

”Kami akan menyerahkan salinan cakram ke surau yang memiliki manuskrip itu. Harapannya, mereka bisa mempelajari isi manuskrip,” tutur Yusuf di Padang, Selasa (9/9).

Yusuf memperkirakan ada ribuan naskah yang tersimpan di surau-surau di Sumatera Barat. Sebagian besar naskah berada dalam kondisi rusak.

”Kerusakan naskah terutama akibat ketidakpahaman pemilik manuskrip akan arti penting manuskrip ini,” ujar Yusuf.

Sebagian manuskrip ditemukan sudah berbentuk serpihan dan teronggok di sudut surau atau rumah pemilik. Ada pula manuskrip yang disalahgunakan dengan dijadikan jimat oleh masyarakat setempat. (ART)


Responses

  1. pak naskah saya maunya saja jual kepihak uand, tp mau ngak membelinya hub 085648990741

  2. Selamat untuk sanak sudaro nan punyo kepedulian atas naskah naskah nan lamo nan nilai indak dapek diukua jo pitih.
    Nusyirwan, Sutan Rajo Ameh
    Salam dari Perpustakaan
    SOAS, London

  3. saya merasa sangat respon dengan usaha yang dilakukan oleh para ahli filologi Minangkabau, atas terkumpulnya naskah-naskah tersebut. insyAllah, saya sendiri dalam usaha iventarisasi naskah Surau-surau Suluk di Kabupaten 50 kota, kalau Laporan awalnya sudah siap, nantinya akan saya laporkan kepada pihak-pihak yang ahli, tentunya ke bagian Sastra Unand. namun, sedikit yang saya pertanyakan, jika nanti apabila ada yang ingin membaca naskah-naskah tersebut dapat memperoleh izin dari pihak Unand?apakah boleh naskah-naskah tersebut dikopi untuk dikaji ulang?

  4. rupanya banyak kekayan intelektulitas jaman dulu yang terabaikan..salut buat usaha untuk melestarikanya

  5. ass… sangat bangga rasanya saya dengan saudara-saudara di Padang yang semangat untuk melestarikan warisan leluhur. saat ini saya sedang menyelesaikan skripsi, saya mengambil bidang filologi, saya semakin ingin suatu saat ke Minangkabau untuk terjun langsung dalam penelitian dan pelestarian naskah nusantara.
    wass…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: