Oleh: sastraindonesiaunand | Januari 4, 2008

Tanah Liat

tanah liat

Sajak Romi Zarman 

tanah liat bau keringat
tidakkah kau lihat ia begitu berkilat?

betapa kau ragu menginjak ia. kau pikir langkah
akan memisah dari arah. tak penting
apa ia keras atau tidak, yang jelas: injak ia!
masih kau tunggu, sungguh ia tak tahu
mana yang kau mau sebelum tumbuh sesuatu

tanah liat bau keringat
tidakkah kau dengar ia sedang bercakap?

betapa ia ragu menginjak kamu. ia kira bisu
akan membuat kau gagu. tak penting
apa kau abu atau debu, yang perlu: injak ia!
masih ia tunggu, sungguh kau tak tahu
mana yang ia mau sebelum kau temu satu

tanah liat hari pelayat
tidakkah kau juga berkeringat?

(2007)

http://www.korantempo.com/korantempo/2007/09/09/Seni/krn,20070909,25.id.html

Dimuat Koran Tempo Minggu, 09 September 2007

romi-zarman.jpgRomi Zarman lahir di Padang, 15 Februari 1984. Sekarang bergiat di Komunitas Daun dan belajar di Sastra Indonesia, Universitas Andalas, Padang.


Responses

  1. romi cayang, ndak buliah paneh, awak lai baco pilsapaik, tapi pamaneh…..
    camelia suko samo romi…baa?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: