Oleh: sastraindonesiaunand | Januari 4, 2008

tanah batu

tanah batu

Sajak Romi Zarman
sekali waktu, kau lihatlah langit biru
adakah sesuatu yang ia tunggu?

tak henti ia bercakap dengan matahari
selagi angin tak lari dari biji. mungkin biji tak berisi
mungkin isi mengosongkan diri. tak habis habis
menyinari saat kau berdiri saat kau berhenti
sepanjang hari, “adakah awan membelah diri hari ini?”

sekali waktu, kau lihatlah langit kelam
adakah ia bercakap dengan bulan dengan bintang?

tak henti dikirimnya angin dikirimnya dingin
selagi gigil pergi dari biji. mungkin biji tak kan jadi isi
mungkin isi menghanyutkan diri. tak habis habis
menyirami saat kau terlelap saat kau tengkurap
di bawah atap, “adakah esok ia bercakap?”

sekali waktu, kau lihatlah tanahsi peragu
adakah ia masih membatu?

(2007)

http://www.korantempo.com/korantempo/2007/09/09/Seni/krn,20070909,25.id.html

Dimuat di Koran Tempo Minggu, 09 September 2007

romi-zarman.jpgRomi Zarman lahir di Padang, 15 Februari 1984. Sekarang bergiat di Komunitas Daun dan belajar di Sastra Indonesia, Universitas Andalas, Padang.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: