Oleh: sastraindonesiaunand | Januari 4, 2008

Rindu Semak

kotik.jpgPuisi Pinto Anugrah

Sebuah rindu dalam semak. Tumbuh berhari-hari. Padanya
hendak kautanam, menuai hari.
Getar tanah, di ujung airmatamu. Sedang ibu tak kaudengar
tangisnya. Lama sudah tak kautakzim kabar petang.

Kandangpadati, 0708 – 09

Dimuat di Koran Tempo, 2 Desember 2007


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: