Oleh: sastraindonesiaunand | Desember 3, 2007

Ladang Kunang

LADANG KUNANG

Sajak Esha Tegar Putra

di ladang, kawanan kunang membentuk lukisan pada kayu pada batu

kawanan yang malu merajah pecahan bulan yang jatuh di lembab tanah

ini malam berpisau tajam mengiris jalan, sampai jauh. bukankah kawanan

kunang itu adalah kita yang melenguh terbang dengan sayap tercabik?

di ladang, kita adalah induk dari malam yang menabuh kumpulan cahaya

dengan kuat menggeliatkan tetumbuh biar menari. punggung yang melepas sayap

adalah kita yang terbiar, yang terkapar, menyandang kegaiban dari rimba dalam

menyampaikan petuah sakit. seruan dedaun seruan lelumut. sampai pada amuk

ombak yang kehilangan bulan sabit. tak akan berpulang kita pada semacam sarang

di mana tubuh yang terbiar ini mengganti sayap dengan kelupas kelopak bunga.

padahal kita sekawanan kunang yang hampir rubuh mendengar erangan rubah

di dahan kering. dahan yang kita terus susupi dengan badan terbakar

angin laut tersudut di tubir ngalau tidakkah kalian rasa tadi? serasa menghimbau kita

untuk ke pantai menemani sauh yang lepas. tapi kita sekawanan kunang lelah

lupa membaca petunjuk langit, duh, melepas juga bayang laut dari ladang

di ladang, pecahan bulan tersusun dengan sendirinya membentuk dermaga, tempat

kita bertualang, dulu, jauh sebelum dinding batu basah dan berlumut terbias

percik batang air. kita induk malam di ladang, induk yang telah melupakan

bau cadas gunung. rimba bercahaya. tapi kita terus merajah di tiap pucuk ngilu

waktu berjatuhan. kini pecahan bulan menyerupai kita. membentuk lukisan

pada dinding-dinding ladang (sementara kita tersiram dingin)

beralamatkah kita pada ladang? tempat kita menggaruk pohon dan batuan

hingga berceruk. dan cuma untuk berkabar pada waktu

pada perjalanan panjang di ganjil cuaca ladang

Padang, 2007

(Dimuat di Kompas Minggu, 02-12-2007 )

struk.jpgEsha Tegar Putra lahir di Solok, Sumatera Barat, 29 April 1985. Sedang berkuliah di Jurusan Sastra Indonesia Universitas Andalas, serta bergiat di Komunitas Daun dan Ranah Teater Padang.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: